Selasa, 18 Oktober 2016

WAEKASAR BANJIR PENDEKAR PSNU PAGAR NUSA



JAGAD 86 MALUKU BUMI PSNU PAGAR NUSA
CARNAVAL DALAM RANGKA HUT KAB. BURU KE-17
MEMAYU HAYUNING BEBRAYAN AGUNG
ﻻﻏﺎﻟﺐﺇﻻّﺑﺎﻟﻠّﻪ

Foto bersama dipantai merah putih Namlea
Rabu tgl 12 Oktober 2016, Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Wilayah Maluku turut memeriahkan dirgahayu Kabupaten Buru yang Ke-17 dinamlea dengan penuh antusias dan khidmat berpartisipasi dalam carnaval yang dihadiri oleh Bapak Bupati Buru Ir. Ramly Umasugi, M.Si dan beberapa elemen pejabat PEMDA setempat. Dengan berseragam sakral, warga anggota PSNU Pagar Nusa selalu menunjukan berbagai macam gerakan dan keahlian seni bela diri serta beberapa cuplikan jurus mematikan . Hal demikian, sontak menjadi pusat perhatian bagi para warga masyarakat namlea dan beberapa peserta carnaval untuk mengambil gambar dan mengabadikannya dalam bentuk file vidio .

Formasi tarung bebas PSNU Pagar Nusa Maluku
pada waktu yang bersamaan, ada salah satu warga masyarakat namlea yang hadir dan turut menyaksikan adegan tersebut merasa salut terhadap berbagai macam atraksi-atraksi yang ditampilkan oleh anak Asuh Nur Latif, S.Pd.I selaku ketua umum Pengurus Wilayah Pagar Nusa Maluku. Ditengah kerumunan masyarakat namlea, salah satu warga masyarakat sempat bertanya “ Ini Pencak Silat Dari Mana ? ” Dari Waekasar..!! Jawab Agus Purwanto selaku Ketua Umum DPA PW Pagar Nusa Maluku yang juga hadir dalam carnaval tersebut. Terdengar juga suara pujian dari arah yang lain dengan menggunakan bahasa khas Maluku “ Ale Sadap Lae “ He he he e . buat kami bahasa itu adalah merupakan aploous dengan gaya 2016 Masehi, yakni Aplosul lisan .

Peragaan seni tunggal PSNU Pagar Nusa
Muji Irawan, atau akrab dengan sapaan muji,.. begitu dominan memperagakan jurus tunggal IPSI ditengah-tengah kesibukan para peserta carnaval, dengan gaya khas seorang pendekar Si Pitung yang selalu mengenakan songkok atau kopiah hitam dikepalanya. Sarwan Bahari, adalah salah seorang pendekar PSNU Pagar Nusa yang tampil cukup spektakuler mendampingi gerakan jurus Muji Irawan sebagai penyempurna jurus elit tunggal ipsi. Adi, yang merupakan salah satu dari pasukan selendang hijau juga ikut andil dalam memprakarsai gerakan dan atraksi-atraksi yang diperagakan tepat dijalan depan Kantor Urusan Agama (KUA) Namlea, Jalanan depan Pujasera, dan jalanan kawasan Islamic Centre Namlea dengan ciri khas ikat kepala dengan bermotif batik . Fachrul Zuhud, atau akrab dengan sapaan kang fahrul tampil sebagai sang pendekar PSNU Pagar Nusa yang memperagakan Jurus Pemersatu/ Jurus Baku PSNU Pagar Nusa dan Salam Pagar Nusa yang berlokasi disamping jalanan Pemakaman Namlea yang disambut dengan suara riuuh dari peserta carnaval yang turut menyaksikan formasi tersebut . Selamat buat kang fahrul, semoga selalu semangat dan istiqamah dalam membina anak-anak asuhnya yang pada saat ini masih sabuk kuning,.. nasihat Agus Purwanto saat ditemui dikompleks Kampung Lama Namlea .

Kebersamaan PSNU Pagar Nusa Maluku
Pasukan Carnaval PSNU Pagar Nusa terlihat begitu riang menjelang sampai diperbatasan pantai merah putih, pasalnya pada saat itu mereka secara bersamaan diguyur hujan yang begitu deras dan lebat. Namun anehnya mereka bukannya ambil posisi untuk berlindung dari tetesan hujan, akan tetapi mereka justru berkumpul bersama dipinggir pantai dan mengambil gambar (Selfie) dengan berbagai macam gaya khas PSNU Pagar Nusa . Masya ALLAH, kapan hari bahagia itu menyapa kami kembali,.. kapan hari itu dapat menyatukan canda tawa kami, sungguh moment HUT Kab. Buru Ke-17 adalah merupakan moment dan iven dimana hati kita semua bahagia, tersenyum dan tertawa begitu tulus bak seorang hamba ALLAH SWT yang tak memiliki dosa .

bendera Pagar Nusa berkibar ditengah kerumunan peserta karnaval
Kami semua melambaikan tangan kepada kota Namlea pada saat kami semua berlahan beranjak meninggalkannya, Walau hanya beberapa jam kami bermain dengan-MU akan tetapi kenangan indah itu tidak akan pernah kami lupakan. kami bangga menjadi warga NU, kami bangga menjadi warga anggota PSNU Pagar Nusa, kami bangga menjadi warga Kab. Buru, kami bangga menjadi diri kami sendiri, dengan demikan maka kami dapat mengetahui apa yang harus kami perbuat untuk negeri ini, untuk bangsa ini, untuk NU dan NKRI . Buat kami NKRI adalah harga mati..!! pungkas Adi Julian, salah satu pendekar PSNU Pagar Nusa seraya menundukkan kepala sambil meneteskan air mata .  
Waekasar, Kamis  13 Oktober 2016
                                                                                                                                              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar